Agus Setiaman


PERUBAHAN SOSIAL
November 25, 2008, 7:13 am
Filed under: SOSIOLOGI KOMUNIKASI

Kehidupan didunia ini mungkin akan berakhir dengan rengekan

Ketimbang jeritan. Dunia ini mungkin akan terjerumus

Kedalam masa depan yang suram, diledakan oleh konflik,

Menderita ketidakadilan, yang dengan nekad mencoba mencari

Bentuk kehidupan yang lebih berarti.(T.S. ELIOT)

PENDAHULUAN

Seperti yang diungkapkan oleh TS Eliot, saat ini kita memerlukan pemahaman tentang perubahan sosial . Pandangan para pemikir masa lalu bermanfaat dan dapat dijadikan landasan, baik untuk memahami dunia sekarang maupun untuk menyusun perspektif baru masa yang akan datang. Namun demikian beberapa tulisan masa lalu cenderung mengkaburkan arti perubahan sosial itu sendiri, dan dilandasi asumsi-asumsi yang terbukti keliru. Teori-teori masa lalu dibangun berdasarkan asumsi-asumsi di atas mitos tentang perubahan. Mitos-mitos ini merintangi dan menghalangi kita dalam menyusun perspektif baru tentang perubahan sosial.

ARTI PERUBAHAN

Kebanyakan difinisi membicarakan perubahan dalam arti yang sangat luas. Wilbert Moore mendefiniskan perubahan sebagai perubahan penting dari struktur sosial. Struktur sosial disini diartikan pola-pola prilaku dan interaksi sosial. Moore memasukan kedalam definisi perubahan sosial berbagai ekspresi mengenai struktur norma, nilai, dan fenomena kultural, jelaslah definisi demikian serba mencakup.

Definisi lain tentang perubahan sosial menyatakan sebagai variasi atau modifikasi dalam setiap aspek proses sosial, pola sosial, dan bentuk-bentuk sosial, dan setiap modifikasi pola antar hubungan yang mapan dan standar prilaku.

Dari definisi yang dikemukakan para ahli dapatlah ditarik kesimpulan bahwa perubahan sosial dipandang sebagai konsep yang serba mencakup, yang menunjuk pada perubahan fenomena sosial di berbagai tingkat kehidupan manusia, mulai dari tingkat individual hingga tingkat dunia.

Perubahan sikap sama pentingnya dan sama logisnya dengan perubahan institusional, yang perlu diperhatikan adalah perubahan penting pada tingkat tertentu tapi tidak harus penting pada tingkat yang lain.

Perubahan sikap mungkin mencerminkan perubahan hubungan antar individu, antar organisasi atau antar instansi, tetapi mungkin pula tidak.

MITOS TENTANG PERUBAHAN

1.Mitos Penyimpangan

Sejumlah besar pemikiran sosiologis membayangkan perubahan sosial dalam arti sebagai perkosaan terhadap keadaan normal. Artinya keadaan normal peristiwa dalam masyarakat adalah terus menerus, institusi atau nilai-nilai atau pola-pola kebudayaan dibayangkan stabil sepanjang waktu. Sebagai contoh Auguste Comte miskipun mengakui peranan manusia dalam kemajuan sosial, ia menurunkan peranan tersebut kepada salah satu alat perombak intelektual. Utopia yang menurut Comte adalah salah satu bentuk masyarakat ilmiah, akan muncul jika orang berpikir ilmiah. Peranan sosiolog adalah menggiring masyarakat untuk berpikir ilmiah.

Perspektif yang dominan dalam dekade belakangan ini adalah perpektif Stuktural Fungsional yang memusatkan perhatian dan dukungannya pada tatanan sosial yang ditandai stabilitas dan integrasi, pemusatan perhatian pada stabilitas ini (akibatnya mengabaikan perubahan) dengan asumsi bahwa analisis statis dapat dilakukan tanpa mempersoalkan perubahan, dan untuk memahami perubahan sosial, terlebih dahulu diperlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang masyarakat dalam keadaan statis. Perspektif ini memusatkan perhatian pada struktur ketimbang proses, sekalipun menganalisis proses sosial analisisnya dalam batas-batas struktural yang sempit.

Sifat terus menerus dan teratur telah dipandang sebagai keadaan normal dari peristiwa; dan perubahan telah dipandang sebagai sejenis penyimpangan sosial.

Dengan demikian, akan lebih realitis dan bermanfaat melihat perubahan sebagai melekat di dalam sifat sesuatu termasuk melekat didalam kehidupan sosial, Apakah kita berbicara dalam alam fisik, sejarah manusia, atau intelek manusia, akan kita temukan tak ada yang tetap seperti apa, dimana, dan keadaan semula, melainkan segala sesuatu bergerak, berubah, terjadi dan berubah keadaannya.

Realitas tidak statis seperti yang diamati filsuf Yunani Heraclitus semua mahluk senantiasa mengalir, terus-menerus berubah, terus-menerus tercipta dan lenyap.

Adanya perubahan dimana-mana, barangkali akan mudah diterima oleh masyarakat modern, maupun masyarakat tradisional atau masyarakat kuno. Mengenai masyarakat kuno dapat diambil masyarakat Cina sebagai contoh. Dalam pandangan Hegelian masyarakat Cina telah melampaui tingkat kemandegan struktur sosial, tak dapat lagi dipertahankan. Jelas bahwa sejarah Cina mengalami pergolakan, perubahan tiba-tiba dan perubahan bertahap. Misalnya di zaman yang disebut zaman revolusi, Cina sangat berubah bersama dengan masyarakat besar lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa perubahan adalah wajar atau normal dan perubahan terjadi dimana-mana. Karena itu permasalahan perubahan sosial lebih merupakan masalah tingkat perubahan itu sendiri dibanding masalah ada atau tidaknya perubahan. Yang perlu diteliti adalah pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa masyarakat tertentu dan pada waktu tertentu menunjukan perubahan yang luar biasa cepatnya atau luar biasa lambatnya; faktor apa yang mempengaruhinya dan bagaimana pengaruhnya. Apakah ada tingkat perubahan optimal umat manusia.

2. Mitos tentang trauma

Pemikiran yang menyatakan perubahan adalah abnormal sering dihubungkan dengan pemikiran yang menyatakan bahwa perubahan adalah traumatis. Perubahan dipandang sebagai siksaan, krisis, dan agen asing yang tak terkendali.

Spicer memberikan pandangan mengapa orang trauma dalam menghadapi perubahan penyebabnya adalah :

a. Perubahan itu dibayangkan dapat mengancam keamanan dasar.

b. Perubahan itu tidak dipahami masyarakat.

c. Perubahan itu terlalu dipaksakan.

Perubahan bukanlah rintangan yang tak terelakan, kadang-kadang diwaktu lain orang membuat perubahan, perubahan berkaitan dengan ketegangan yang dialami oleh individu atau masyarakat. Perubahan yang cepat dapat menimbulkan ketegangan yang luar biasa, Kenneth Kenison seorang ahli psikologi berpendapat inovasi yang tidak henti-hentinya menandai kehidupan orang Amerika merupakan bagian dari sumber ketegangan terdalam didalam kehidupan bangsa Amerika. Alvin Toffler telah menciptakan ungkapan goncangan masa depan (future shock) Riset yang dilakukan Vinohur dan Selzer menemukan bahwa terdapat korelasi antara tingkat perubahan yang dibayangkan dengan tingkat kegelisahan yang dialami, semakin besar tingkat perubahan yang dibayangkan semakin tinggi tingkat kegelisahan yang dialami oleh individu atau masyarakat itu sendiri.

Studi lain disimpulkan oleh Strabuch, bahwa anggota organisasi akan menjadi tidak bahagia jika berada dalam lingkungan yang terlalu stabil maupun dalam lingkungan yang terlalu berubah-ubah.

3.Mitos perubahan satu arah dan Pandangan Utopia

Auguste Comte dalam teori evolusi sosialnya menyatakan bahwa semua masyarakat menuju pada tujuan yang seragam dan menempuh jalan yang seragam pula untuk mencapai tujuan tersebut. Teori ini melukiskan urutan perkembangan masyarakat pada urutan yang tak terelakan, yang menjurus ke arah tujuan yang telah ditakdirkan sebelumnya.

Teori ini beranggapan masyarakat yang menerima teknologi Barat, tak terelakan akan meniru pula masyarakat Barat yang mengirim teknologi itu.

Dalam pandangan Utopia berasumsi bahwa masyarakat industri modern mencerminkan wujud tertingginya dalam prestasi manusia. Karena itu, penyelesaian masalah dunia adalah terletak pada usaha membantu negara-negara berkembang memodernisasikan dirinya secepat dan sebaik mungkin sehingga serupa dengan Barat, dengan demikian negara-negara berkembang akan segera menikmati perdamaian dan kesejahteraan.

Pandangan ini banyak ditentang oleh sejumlah bukti penting, diantaranya :Antitesis antara tradisional dengan modern adalah keliru.

Dalam studinya di Cantel , Guetemala, Nash menemukan sejumlah besar kehidupan tradisional berlanjut bahkan tumbuh subur pada tingkat lebih tinggi di dalam proses industrialisasi.

Peranan struktur kekeluargaan terhadap urbanisasi dan modernisasi memberikan contoh yang baik tentang bagaimana tradisi Jepang telah membantu perubahan. Urbanisasi di Jepang berlangsung menurut cara yang lebih teratur dibanding dengan yang terjadi di Eropa maupun Amerika, dan sedikit banyak ditentukan atau dikendalikan oleh organisasi keluarga. Secara khas seorang anak laki-laki akan tetap tinggal di desa dan mewarisi kekayaan keluarganya, sementara anak yang lain pergi ke kota dan mencari kerja.

Karena itu, tak ada konflik yang melekat antara aspek tradional dan aspek modern, jadi tak ada alasan untuk menyatakan bahwa semakin modern suatu bangsa semakin perlu melepaskan tradisinya.

Beberapa faktor yang sering dihubungkan dengan pengalaman di Barat, mungkin berkorelasi negatif dengan apa yang terjadi di negara-negara berkembang. Pada tingkat perkembangan tertentu faktor-faktor seperti kemampuan baca tulis, pertumbuhan media massa, pendidikan formal, dan urbanisasi mungkin berkorelasi negatif dengan pertumbuhan terus-menerus. Pemerintah negara berkembang mengalami situasi yang rumit berhadapan dengan keinginan melaksanakan pembangunan pendidikan berskala luas, yang secara politis penting tetapi disisi lain secara ekonomi tak mungkin dilaksanakan karena akan mengganggu akumulasi kapital yang diperlukan guna membangun ekonomi.

PENUTUP

Sosiologi sebagai ilmu tentang tatanan sosial dan perubahan sosial lahir di tengah pergolakan abad 19. Auguste Comte sebagai Bapak Sosiologi , menjadi bapak yang tidak hanya menjelaskan basis aktif struktur masyarakat tetapi juga rangkaian perkembangan manusia.

Perspektif baru tentang perubahan sosial berasumsi bahwa perubahan adalah normal, wajar; bahwa pada dasarnya perubahan tidak mengandung trauma, bahwa perubahan yang beraneka ragam terbuka bagi setiap masyarakat.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: